Salut untuk Bung Rano Karno, Siap Mundur dari Wagub Atas Perbuatan Anaknya

Dalam situasi honeymoon atas terpilihnya Si Doel Rano Karno sebagai Wakil Gubernur baru Provinsi Banten, kini musibah datang menerpa tiba-tiba, tidak tanggung-tanggung anggota keluarga yakni putranya Raka, ditangkap Polisi Bandara Soekarno Hatta pada dua hari lalu, atas pembelian lima (5) butir pil ekstasi dari Malaysia, lewat jasa kurir yang dibeli dengan cara online. Raka sang putra menurut keterangan Bung Rano Karno, terlibat dalam penggunaan obat-obat terlarang, karena mengalami depresi berhubung status Raka singkatan dari Rano Karno , bukan anak kandung dari Si Doel, sejak dia mulai memasuki sekolah menengah umum pertama.

Sebenarnya didepan hukum, jika anak telah berusia diatas 17 tahun, perbuatan maupun tindakan melawan hukum yang dia lakukan, sudah merupakan tanggung jawabnya sendiri, orang tua tidak dapat dimintakan pertanggung jawaban lagi, oleh karena anak diatas 17 tahun, sudah dewasa dan dapat mempertanggung jawabkan akan tindak tanduk kehidupan yang dia lakukan.

Dalam kasus Raka ini, jelas Si Doel menunjukkan tanggung jawab besar sebagai orang tua, walau anaknya kini membuat keluarga harus menanggung malu, apalagi Si Doel seorang pejabat public, maka hal yang harus dipertanggung jawabkan oleh Raka disini adalah ketiadak adan rasa berterima kasih terhadap orang tua, yang sudah mati-matian bekerja siang malam untuk memberikan kasih sayang dan bimbingan moril maupun material sejak dia diangkat Rano Karno sebagai anak dalam keluarga Karno yang nota bene cukup terpandang dilingkungan masyarakat Indonesia.

Gamangnya kondisi psikologis Raka menurut Rano Karno mulai terjadi setelah dia sering mendapatkan ejekan dari teman-teman sekolahnya bahwa dia bukanlah anak kandung Rano Karno, tentu kita sebagai orang tua sangat prihatin akan kelakuan teman-teman sekolah Raka, mengapa urusan yang sangat personal sampai mereka ketahui? adakah pihak sekolah memberitahukan kepada siswa-siswi akan riwayat kehidupan raka? jika hal itu bermula dari sekolahnya Raka, tentu hal ini bisa menjadi celah hukum bagi Rano Karno untuk memperkarakan sekolah tersebut bila informasi itu didapat atas bocoran sekolah.

Negeri ini memang negeri yang sangat aneh, masalah adopted atau masalah lain yang bukan urusannya, sering diperguncingkan, dan banyak sudah korban akibat perguncingan tersebut, oleh karena ketidak kuatan mental sang anak untuk menghadapi bully atau ejekan dari teman-teman sekolahnya.

Rano Karno melalui pers conference dikediamannya kemarin sore, dengan tabah dan jujur mengatakan apa yang telah terjadi terhadap putranya itu, dan untuk menunjukkan tanggung jawab sebagai Bapak dan kepala Keluarga, Si Doel bahkan rela melepaskan Jabatan Wakil Gubernur asalkan anaknya bisa direhabilitasi agar terlepas dari pengarus Narkoba. Sungguh mulia ahlakmu Bang Dul, terbukti bukan hanya dalam film anda seorang pembela kebenaran seperti dalam film Gita Cinta dari SMA, hingga Si Doel anak sekolahan, Jiwamu memang seorang yang sangat bertanggung jawab.

0 comments:

Please fill in comments and responses You.
We would greatly appreciate your comments.
Thanks.

Share

Popular Post