IRAN CAPAI SWASEMBADA TEKNOLOGI BENDUNGAN




Republik Islam Iran meraih posisi penting di bidang bendungan. Betapa tidak, Iran meraih posisi ketiga di bidang konstruksi bendungan, dan peringkat pertama dari sisi desainnya. Bersamaan dengan peresmian bendungan Karon 4, tidak lama lagi akan digelar festival swasembada industri bendungan. Kemajuan besar ini dicapai di saat Iran berada dalam tekanan sanksi AS dan Dewan Keamanan PBB. Lalu bagaimana, Iran menorehkan keberhasilan di bidang bendungan?
Bangsa Iran sejak berabad-abad lalu telah menjalankan berbagai proyek bendungan, di saat teknologi modern belum banyak ditemukan. Sejumlah peninggalan proyek bendungan kuno menunjukkan bahwa bangsa Iran merancang dan menjalankan proyek bendungan yang mengungguli negara-negara lain kala itu.

Lebih dari 2000 tahun lalu, bangsa Iran telah menemukan berbagai cara yang rumit untuk menyimpan air. Kini ratusan bendungan dengan usia 2400 tahun ditemukan di Iran. Ketika itu, tidak ada teknologi maju yang digunakan di negara lain yang melampaui proyek besar bendungan yang dirancang dan dibangun bangsa Iran.
Saat inipun para ahli teknik sipil Iran berada di garda depan di bidang industri bendungan.

Tidak diragukan lagi, keahlian bangsa Iran di bidang industri bendungan memiliki akar sejarah yang kokoh. Terkait kemampuan ahli teknik sipil Iran di bidang industri bendungan di pentas dunia, seorang pakar konstruksi beton Jerman mengatakan, "Selama menelaah sejarah bendungan di dunia, saya tidak bisa membayangkan Iran menjadi pembangun bendungan terbesar di dunia di masa lampau, di saat negara itu berada di wilayah yang kurang air."

Tampaknya yang dimaksud pakar konstruksi beton Jerman ini adalah bendungan Korit, wilayah Tabas, timur laut Iran, yang dibangun pada abad 14 M. Di bagian lainnya, pakar teknik sipil Jerman ini mengungkapkan, "Menariknya, meskipun bendungan ini dilanda sejumlah bencana alam seperti gempa bumi, namun struktur bangunan ini tetap kokoh, dan selama bertahun-tahun menjadi bendungan terbesar di dunia. Kini pun bangsa Iran berada di posisi atas di bidang teknologi bendungan di tingkat dunia."

Bendungan Korit dibangun di saat Eropa masih terlena di abad pertengahan. Hingga awal abad ke-20, bendungan Korit termasuk bendungan tertinggi di dunia. Ketika gempa berkekuatan 7,8 richter mengguncang Tabas pada tahun 1978, bendungan Korit tidak terpengaruh dan tidak terjadi kerusakan signifikan. Tidak hanya itu, bendungan inipun menjadi model bagi para pakar teknik sipil dunia. Contohnya, proyek besar Drand Dixence di Swiss dan Guri di Venezuela mengambil inspirasi dari metode yang diterapkan pada bendungan Korit. Fakta ini membuktikan keunggulan teknologi Iran di masa lalu di bidang industri bendungan.

Sebelum kemenangan Revolusi Islam, hanya beberapa bendungan seperti bendungan Karaj, Sefid Rood, Zayande Rood dan Karon 1 yang dirancang dan dibangun oleh orang asing.

Pasca kemenangan revolusi Islam, industri bendungan mengalami fase baru dan berhasil swasembada. Kini, Iran di bidang industri bendungan, baik dari sisi rancangan, dan pelaksanaan proyek mencapai swasembada. Tidak hanya itu, Iran juga berhasil mengekspor teknologi dan manajemen proyek bendungan di luar negeri. Saat ini, tenaga ahli Iran menangani berbagai proyek di bidang industri bendungan di luar negeri.

Dewasa ini, teknisi Iran tengah sibuk membangun bendungan di 21 negara. Selain itu, seluruh perlengkapan untuk membangun bendungan sepenuhnya diproduksi di Iran. Dari sisi rancangan, Iran mengekspor teknologi untuk Timur Tengah dan sejumlah negara seperti Srilanka, Tajikistan, Kenya dan beberapa negara Afrika dan Amerika Selatan.

Salah satu kebanggaan Iran di bidang industri bendungan adalah pembangunan dan operasional bendungan Karon 4, yang merupakan bendungan beton tertinggi di Iran. Bendungan ini diresmikan pada tahun 2010 oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Bendungan ini memiliki ketinggian 230 meter dan panjang 440 kilometer. Bersamaan dengan pembangunan bendungan ini, dibangun pula rangkaian bendungan kecil sepanjang sungai Karon di barat daya Iran. Saat ini sedang dibangun empat pembangkit listrik tenaga air berkekuatan 1000 megawatt dengan memanfaatkan bendungan besar Karon 4.

Jurnal Hydropower & Dams menyebut Karon 4 sebagai bendungan terbesar kelima di dunia dan pembangkit listrik besar di dunia, dan bendungan beton terbesar di Timur Tengah. Pakar bendungan dari jurnal ilmiah ini mengungkapkan, "Pasca kemenangan revolusi Islam Iran, terutama dalam satu dekade terakhir, industri bendungan Iran mengalami kemajuan signifikan. Namun yang paling menarik bagi saya adalah seluruh tahapan dari rancangan hingga pembangunan bendungan besar ini yang tiada bandingannya di dunia, yang hanya dilakukan oleh teknisi dan pakar Iran."

Salah satu kebanggaan Iran di bidang bendungan adalah pembangunan bendungan tertinggi di dunia di Provinsi Lorestan, Iran Barat. Bendungan Bakhtiari dengan ketinggian 315 meter tercatat sebagai bendungan beton tertinggi di dunia. Selain itu sedang dibangun bendungan Roodbar, barat daya Iran, dengan dua pembangkit listrik kekuatan 450 megawatt.


Di saat Iran termasuk wilayah yang kering dan semi gurun dengan tingkat curah hujan sekitar sepertiga rata-rata dunia, negara ini membangun berbagai bendungan besar. Mengingat urgensi kontrol air permukaan dan urgensi penggunaannya, para ahli dalam negeri Iran dalam tiga dekade lalu membangun lebih dari 200 bendungan besar. Saat ini, sedang dibangun 150 bendungan baru, dan 16 bendungan dalam tahap rancangan.

Sejatinya, posisi strategis Iran di bidang industri bendungan bukan diperoleh dengan mudah. Kemajuan ini dicapai di saat Iran berada dalam tekanan sanksi Barat. Bangsa Iran pasca kemenangan revolusi Islam berhasil meraih kemajuan besar, sekaligus mengalahkan tekanan sanksi Barat dan menjadikannya sebagai peluang dengan bersandar pada kemampuan putra bangsanya sendiri.
(IRIB/PH/NA)

SUMBER:
http://indonesian.irib.ir/index.php?...tif&Itemid=101

0 comments:

Please fill in comments and responses You.
We would greatly appreciate your comments.
Thanks.

Share

Popular Post